Posts

Pertama Kali Mudik

 Ramadhan di tahun 2009 menjadi bulan yang paling bersejarah dan salah satu bulan favorit dalam hidupku ini. Karena ada angan-angan untuk mudik atau balik kampung di pertengahan/penghujung Ramadhan. Bahagia rasanya karena sudah lama tidak mengunjungi keluarga besar di tanah Jawa.  Setelah menunggu dengan tidak sabar, akhirnya hari itu datang, hari mudik. Malam sebelum mudik, aku tidak bisa tidur karena terlalu semangat ketika memikirkan bahwa besok mudik. Perjalanan mudik membutuhkan waktu 3-4 hari menggunakan mobil pribadi.  Di perjalanan aku sangat semangat, rasanya mataku enggan untuk berkedip barang sedetik saja. Dan dari sekian banyak tempat yang kami lewati, aku sangat takjub ketika kami melintasi bakauheni menuju pelabuhan. Pemandangan lautnya membuatku tidak bisa berhenti membuka mata. Apalagi ketika kami menaiki kapal untuk melintasi selat sunda. Aku tidak bisa berhenti untuk tersenyum puas.  Menara Siger yang terletak di dekat pelabuhan bakauheni menjadi sa...

Pengukir Kebahagiaan

  Pedagang mainan di sekolah SD saya unik. Karena beliau tidak hanya menjual mainan di sekolah, terkadang beliau menjual komik dan cd game ps2.  Ketika saya lulus, saya hampir tidak pernah mengunjungi sekolah itu lagi. Padahal jaraknya tidak jauh dari rumah saya, sekitar 300-400m. Tapi karena sekolah saya bangunannya sudah berubah 90%, saya tidak tertarik untuk menyambanginya lagi. Semenjak bangunannya berubah, semua pedagang di belakang sekolah itu tidak ada lagi kecuali 2 pedagang yang sampai sekarang masih bertahan.  Yang pertama pedagang ikan, dan yang kedua pedagang mainan tadi. Tapi pedagang mainan ini sekarang sudah menjadi pedagang kue pancong. Saya sudah tau dari lama, tapi dulu saya tidak peduli.  Kamis 21 februari 2019, tepatnya pukul 15.00 saya menyambangi sekolah itu untuk membeli makanan ikan yang dijual oleh pedagang ikan di sekolah itu. Karena pedagang ikannya sedang beristirahat, jadi beliau digantikan oleh temannya, pedagang kue pancong.  Saya ...

Guru Itu Cantik Ya

 Sebelum pindah ke kota lain, saya sempat masuk TK di Jogja. Tidak sampai setahun, hanya beberapa bulan. Kita waktu kecil pasti pernah suka sama orang cantik/tampan waktu pertama kali lihat. Love at the first sight, ea.  Kali ini saya suka sama guru saya. Saya lupa namanya, lupa wajahnya. Satu-satunya yang saya ingat adalah: guru saya dulu punya tahilalat di bibir. Yang jelas, saya dulu tau kalau guru saya itu cantik.  Karena masih seumur biji jagung, dulu saya malu untuk mengakui kalau guru saya itu cantik. Ya layaknya orang jatuh cinta lah malu-malu kucing, tapi tidak lebay sampai buat status, "hanya pengagum rahasia yang tidak bisa memiliki." Itu alay.  Saya hanya berani bilang ke Hasan, sahabat masa kecil saya, kalau guru saya itu cantik. Dan Hasan pun menyebarkan kemana-mana pengakuan saya itu, sampai ke telinga Ayah saya. Dan saya malu hahaha.  Saya rindu guru cantik itu. Berharap diberi kesempatan untuk bertemu dengan beliau lagi. Sampai sekarang, sering ...

Sukro

  Tau Sukro kan? Kacang Sukro itu lho. Dulu waktu di Jogja, saya sering beli itu di warung. 500 perak dan isinya se-abrek, banyak cuy sampe enek makan itu.  13 tahun yang lalu di jogja, saya nemu kucing di deket rumah. Masih anakan, dan saya lupa warna apa. Niat awal mau saya pelihara di rumah, tapi karena Ibu saya takut kucing jadi niat itu saya urungkan. Akhirnya sahabat saya yang melihara kucing itu. Nama sahabat saya Hasan, setahun lebih tua dari saya dan dia diizinkan oleh kedua orangtuanya untuk memelihara kucing itu di rumah.  Saya sangat iri dan merasa sedih karena tidak bisa memelihara kucing itu. Hasan tau itu, jadi setiap pagi dia mengajak saya untuk bermain sama kucing itu. Awal-awal memelihara kucing itu, kami berdua bingung pas mau ngasih makan. Setelah beberapa ide kami cetuskan, akhirnya Hasan menemukan ide briliannya. “Nyubo di kek’i Sukro ae, piye?” Kata-kata itu samar-samar masih ada di memori saya. Dan kami pun membeli Sukro di warung. Dengan hati berd...

Rindu Tanah Kelahiran

 Sejak meninggalkan Jogja pada tahun 2006, banyak kenangan dari Jogja yang aku bawa. Dan seiring waktu berjalan, lama-lama kenangan demi kenangan mulai redup dari memoriku. 13 tahun terlewati tanpa pernah lagi mengunjungi Jogja, jadi banyak hal yang mulai terhapus dari memoriku. Bahkan patung yang dulu sangat kukagumi yang terletak di dekat rumah, kini aku tidak ingat sama sekali bagaimana bentuknya.  Seringkali aku bermimpi kembali ke masa-masa pada saat di Jogja. Tapi ketika alam bawah sadar mulai mengeksplorasi kenangan demi kenangan, tiba-tiba aku terbangun dari mimpi. Kalau sudah begitu, aku hanya bisa menatap seisi kamarku dengan tatapan nanar yang tak berangan.  Perjalanan malam hari di Jogja sangat membekas dalam hidupku, menggunakan kendaraan atau jalan kaki aku tidak peduli. Dulu aku tak kenal lelah, satu satunya hal yang aku kenal adalah bahagia.  Ketika aku mulai lupa akan suasana Jogja, ada beberapa lagu yang membuatku teringat kembali atmosfer suasana d...

Yogyakarta

 11 Agustus saya lahir di Bumi Nusantara. Saya lahir di Sleman, Jogja sekitar jam 10-an. Saya baru bisa mengingat sesuatu ketika umur 3 tahunan, itu pun samar-samar. Yang masih saya ingat ketika seumur itu adalah saya pernah nyium parfum sampai muntah.  Umur 4 saya sudah mulai lancar berbicara, menulis alfabet, dan mengeja tulisan. Di umur itu saya sudah mulai mengingat banyak kejadian seperti, main game di komputer bareng kakak; main petak umpet bareng temen-temen; sepedaan; sampe minggat pas TPA. Saya bersyukur lahir di Jogja, sejak saya pindah dari kota itu saya tidak bisa melepaskan kerinduan akan kota itu.  Banyak kenangan yang selalu ingin saya ulang kembali. Sepedaan di pagi hari yang diakhiri dengan saya meminta uang sama orang tua untuk membeli bubur dengan lauk telur rebus, mandi di kali yang terletak tak jauh dari rumah, membeli mainan di mirota kampus di hari minggu, sampai main salto-saltoan di kubangan yang terletak di rumah seorang guru di dekat rumah. Itu ...

Perempuan di Kapal

 15 Juli 2016, ketika aku berada di kapal yang menuju Pelabuhan Bakauheni, aku bertemu seorang perempuan. Aku melihatnya ketika aku mengelilingi kapal, hendak melihat sunrise di selat sunda dari atas kapal. Dia sedang berada di pinggiran kapal; memegang besi pembatas dan bercanda bersama keluarganya. Menggunakan baselayer putih dan rompi jeans, dia terlihat sangat cocok dengan style itu. Rambutnya panjang sebahu, sedikit bergelombang, berwarna hitam agak coklat, mungkin dia sering main layangan.  Cukup lama aku melihat dia yang sedang tertawa di sana, sampai titik di mana aku ingin berkenalan dengannya. Aku memberanikan diri dan berjalan mendekatinya, ketika semakin dekat dengannya nyaliku langsung hilang begitu saja, lalu aku berjalan menjauhi dia menuju ke arah pinggir kapal yang jauh dari tempat dia berdiri. "Mati aku, mikir apa tadi sampe sok-sok-an mau kenalan." Batinku.  Dari tempat yang berjauhan aku tetap memperhatikan dia yang sedang bercanda dengan sesekali berj...