Guru Itu Cantik Ya
Sebelum pindah ke kota lain, saya sempat masuk TK di Jogja. Tidak sampai setahun, hanya beberapa bulan. Kita waktu kecil pasti pernah suka sama orang cantik/tampan waktu pertama kali lihat. Love at the first sight, ea.
Kali ini saya suka sama guru saya. Saya lupa namanya, lupa wajahnya. Satu-satunya yang saya ingat adalah: guru saya dulu punya tahilalat di bibir. Yang jelas, saya dulu tau kalau guru saya itu cantik.
Karena masih seumur biji jagung, dulu saya malu untuk mengakui kalau guru saya itu cantik. Ya layaknya orang jatuh cinta lah malu-malu kucing, tapi tidak lebay sampai buat status, "hanya pengagum rahasia yang tidak bisa memiliki." Itu alay.
Saya hanya berani bilang ke Hasan, sahabat masa kecil saya, kalau guru saya itu cantik. Dan Hasan pun menyebarkan kemana-mana pengakuan saya itu, sampai ke telinga Ayah saya. Dan saya malu hahaha.
Saya rindu guru cantik itu. Berharap diberi kesempatan untuk bertemu dengan beliau lagi. Sampai sekarang, sering terngiang-ngiang suara saya yang mengucapkan, "Guru itu cantik ya.." ke Hasan.
Kali ini saya suka sama guru saya. Saya lupa namanya, lupa wajahnya. Satu-satunya yang saya ingat adalah: guru saya dulu punya tahilalat di bibir. Yang jelas, saya dulu tau kalau guru saya itu cantik.
Karena masih seumur biji jagung, dulu saya malu untuk mengakui kalau guru saya itu cantik. Ya layaknya orang jatuh cinta lah malu-malu kucing, tapi tidak lebay sampai buat status, "hanya pengagum rahasia yang tidak bisa memiliki." Itu alay.
Saya hanya berani bilang ke Hasan, sahabat masa kecil saya, kalau guru saya itu cantik. Dan Hasan pun menyebarkan kemana-mana pengakuan saya itu, sampai ke telinga Ayah saya. Dan saya malu hahaha.
Saya rindu guru cantik itu. Berharap diberi kesempatan untuk bertemu dengan beliau lagi. Sampai sekarang, sering terngiang-ngiang suara saya yang mengucapkan, "Guru itu cantik ya.." ke Hasan.
Comments
Post a Comment