Perempuan di Kapal

 15 Juli 2016, ketika aku berada di kapal yang menuju Pelabuhan Bakauheni, aku bertemu seorang perempuan. Aku melihatnya ketika aku mengelilingi kapal, hendak melihat sunrise di selat sunda dari atas kapal. Dia sedang berada di pinggiran kapal; memegang besi pembatas dan bercanda bersama keluarganya. Menggunakan baselayer putih dan rompi jeans, dia terlihat sangat cocok dengan style itu. Rambutnya panjang sebahu, sedikit bergelombang, berwarna hitam agak coklat, mungkin dia sering main layangan.

 Cukup lama aku melihat dia yang sedang tertawa di sana, sampai titik di mana aku ingin berkenalan dengannya. Aku memberanikan diri dan berjalan mendekatinya, ketika semakin dekat dengannya nyaliku langsung hilang begitu saja, lalu aku berjalan menjauhi dia menuju ke arah pinggir kapal yang jauh dari tempat dia berdiri. "Mati aku, mikir apa tadi sampe sok-sok-an mau kenalan." Batinku.

 Dari tempat yang berjauhan aku tetap memperhatikan dia yang sedang bercanda dengan sesekali berjalan kecil maju mundur. Merasa cukup bosan, aku memalingkan pandanganku ke arah laut. Ketika aku memalingkan pandanganku lagi ke tempat perempuan tadi berdiri, dia tidak di sana lagi. Aku ingin mencarinya, tapi aku terlalu malas untuk berkeliling lagi.

 Tak lama, ketika aku hendak ke toilet, aku bertemu dengannya di depan toilet perempuan. Dia sedang menunggu seseorang yang ada di dalam toilet, mungkin kakaknya atau adiknya. Aku memperlambat langkah kakiku dengan maksud ingin melihatnya lebih lama, lalu dia melihatku yang sedang melihatnya, kami bertatap muka. Mungkin dia berpikir, "Kenapa ada Bruno Mars di sini?"

 Ketika kami bertatap muka, muncul lagi pikiran untuk mengajaknya berkenalan. Tapi lagi-lagi aku tidak cukup berani untuk melakukannya. Aku berjalan menjauh darinya. Dan setelah itu kapal berlabuh di Bakauheni. Kami berpisah di tangga menuju kendaraan pribadi. Aku akan selalu tau kalau itu adalah pertemuan pertama dan terakhir kami. Kalau aku memberanikan diri berkenalan waktu itu, mungkin sekarang aku dan dia berteman baik, atau setidaknya aku mengetahui namanya, bukan hanya sekedar julukan Perempuan di Kapal. Memang ada saatnya kita bertemu seseorang hanya untuk kita tau bahwa dia ada, bukan untuk saling mengenal.

Yang bukan siapa-siapa mana bisa dapet apa-apa.

Cheers!

Comments

Popular posts from this blog

Pengukir Kebahagiaan

Pertama Kali Mudik

Sukro