Rindu Tanah Kelahiran

 Sejak meninggalkan Jogja pada tahun 2006, banyak kenangan dari Jogja yang aku bawa. Dan seiring waktu berjalan, lama-lama kenangan demi kenangan mulai redup dari memoriku. 13 tahun terlewati tanpa pernah lagi mengunjungi Jogja, jadi banyak hal yang mulai terhapus dari memoriku. Bahkan patung yang dulu sangat kukagumi yang terletak di dekat rumah, kini aku tidak ingat sama sekali bagaimana bentuknya.

 Seringkali aku bermimpi kembali ke masa-masa pada saat di Jogja. Tapi ketika alam bawah sadar mulai mengeksplorasi kenangan demi kenangan, tiba-tiba aku terbangun dari mimpi. Kalau sudah begitu, aku hanya bisa menatap seisi kamarku dengan tatapan nanar yang tak berangan.

 Perjalanan malam hari di Jogja sangat membekas dalam hidupku, menggunakan kendaraan atau jalan kaki aku tidak peduli. Dulu aku tak kenal lelah, satu satunya hal yang aku kenal adalah bahagia.

 Ketika aku mulai lupa akan suasana Jogja, ada beberapa lagu yang membuatku teringat kembali atmosfer suasana di Jogja. Memang ada lagu-lagu tertentu yang mewakili suasana di Jogja pada saat itu, bawaannya kangen aja pas denger lagu-lagu itu.

 Intinya, aku rindu tanah kelahiranku. Rindu semua sesuatu yang terjadi di sana. Rindu semua keramahan penduduknya. Rindu semua makanan yang pernah aku makan di sana. Dan aku rindu akan jalan-jalan yang pernah kujejaki di pagi, siang, atau malam hari. Setidaknya, izinkan aku berkunjung kesana sebentar saja, wahai Sang Penutur Jiwa.

Comments

Popular posts from this blog

Pengukir Kebahagiaan

Pertama Kali Mudik

Sukro